Model yang terakhir yaitu tundaan, adalah variabel waktu

Model dalam dinamika
sistem terbentuk karena adanya hubungan sebab akibat yang telah mempengaruhi
struktur didalamnya baik secara langsung anatar dua struktur, maupun dari
berbagai jumlah struktur yang dapat membentuk suatu umpan balik.terdapat 2
macam hubungan timbalik yaitu :

1.      hubungan sebab akibat positif

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

2.      hubungan sebab akibat negatif

Dalam menggunakan umpan balik biasanya menggunakan dua jenis variabel utama
yang disebut stok dan aliran (level & rate ). Dimana stok yang menyatakan
tiap kondisi sistem pada setiap saat,dan merupakan akumulasi dalam setiap
sistem. Dan aliran adalah satu-satunya variabel yang nantinya akan memberikan
dampak yang sangat mempengaruhi ke dalam stok. Untuk melengkapi variabel yang
ada dalam memodelkan dinamika sistem, maka terdapat variabel lain yaitu
auxilary, konstanta, daan tundaan. Auxilary adalah variabel yang bisa
berubah-berubah dengan seiringnya waktu yang disebabkan hubungan sebab akibat
yang terjadi antar dalam variabel ataupun variabel lain yang independen.
Konstanta adalah variabel yang dengan nilai tetap yang tidak berubah-ubah. Dan
yang terakhir yaitu tundaan, adalah variabel waktu pada perubahan yang tertunda
adalam proses yang terjadi dalam hubungangan antar struktur yang lama kelamaan
dapat mempengaruhi model dinamika sistem.

 

Pada awal mulanya  Forrestter menggunakan metode dinamika sistem
untuk menyelesaian atau memecahkan masalah-masalah yang timbul didalam
perusahaan atau industri. Model-model dinamika sistem yang paling pertama
dilakukan untuk memecahkan masalah yang umum terjadi seperti fluktuasi
inventori, tidak stabilnya tenaga kerja, dan penurunan harga pasar suatu dalam
suatu perusahaan. Perkembangan model-model dinamika sistem pun terus berkembang
seiring dengan meningkatnya pemanfaatan masalah beragamnya sistem sosial, yang
digunakan dan dimanfaatkan oleh pemegang kebijakan.

 

Dalam pembuatan model
dinamika sistem pada umumnya menggunakan perngkat lunak yang telah dirancang
dengan khusus.contoh perangkat lunak tersebut seperti powersim, vensim, stella,
dan dynamo. Dengan menggunakan perangkat lunak tersebut model dinamika sistem
dibuat secara grafis dengan simbol-simbol atas variabel dengan penghubungnya.
Tidak menutup kemungkinan juga bahwa sebuat perangkat lunak yang dapat mengolah
operasi matematis seperti Microsoft Excel atau Lotus dapat juga dimanfaatkan
untuk kebutuhan dalam proses pembuatan model dinamika sistem.

 

Perkembangan dinamika sistem dalam indonesia pun dapat dilihat dari salah
satu lembaga pendidikan yang mengajarkan dinamika sistem yaitu Institut
Teknologi Bndung (ITB). Di ITB dinamika sistem disalurkan melalui mata kuliah
pemodelan pada program Magister Studi Pembangunan (S2). Selain itu juga ITB
telah membuka peluang langsung untuk memepelajari dinamika sistem melalui jalur
kursus. Dalam cabang bidang ilmu transportasi, dinamika sistem juga telah
dibelikan dalam salah satu mata kuliah pemodelan Transportasi Laut pada jurusan
Transportasi Laut (S1) yang terdapat di lembaga pendidikan Institut Teknologi
Sepuluh November (ITS).

 

untuk lebih memahami lebih jauh terkait persoalan
tentang dinamika sistem saya akan mengulas studi kasus tentang para nelayan
tradisional yang ada diindonesia. Seperti yang kita semua ketahui kemiskinan
menjadi salah satu hal yang tidak bisa lepas dari para nelayan. Mengingat
keluarga para nelayan tradisional pada umumnya hanya sedikit yang memiliki
ekomoni cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau bahkan untuk memenuhi
kebutuhan mendadak mereka. Kehidupan para keluarga nelayan pun menjadi
fluktuatif setiap harinya, disebabkan mereka hanya bergantung pada mata
pencaharian yang hanya mengandalkan mencari ikan dilaut yang hasilnya pun belum
tentu akan dapat memenuhi kehidupan sehari-hari mereka, apalagi perkerjaan
mereka masih ditunjang dengan peralatan yang serba tradisional. Rendahnya akan
pengetahuan dan peralatan dalam menangkap ikan yang sangat kurang memadai
menjadi penyebab semakin tertinggalnya tingkat kesejahteraan untuk para nelayan.
Faktor penyebabnya pun tidak hanya karena nasib atau takdir yang dimiiki,
tetapi akibat fakro lain seperti alam, intensitas musim yang sering
berubah-ubah membuatnya sulit ditebak dan ketertinggalan teknologi.disamping
faktor alam dan teknologi, harga jual ikan yang setiap tahunnya terus meningkat
nai membuat para nelayan pun cenderung merugikan para nelayan. Gangguan cuaca,
modal yang terbatas, dan eksploitasi berlebihan serta pengelolan yang salah
atas daerah untuk mengkap ikan juga menjadi faktor pendamping yang menjadikan
para nelayan tetap pada klasifikasi masyarakat miskin  dan rentan. Para tengkulak- tengkulak ikan
juga turut berperan dalam mempengaruhi miskinnya para nelayan, hal tersebut
dikarekan dengan modal besar, pengalaman, dan kekuasaan yang dimiliki para
tengkulak mereka dapat mengendalikan secara penuh mekanisme pemasaran, dan yang
lebihnya lagi mereka juga dengan gampang dapat mempermainkan harga ikan sampai
tingkat dimana mereka mendapat keuntungan secara berlebih.

 

Selain faktor diatas yang telah disebutkan ada
faktor penting lainnya yang telah menghambat lancarkan para nelayan yaitu
pendistribusian minyak solar yang sekarang langka. Pendistribusian minyal solar
mempunyai dinamika kompleksitas yang sangat tinggi dengan adanya banyak faktor
keterkaitan dan kepentingan. Sebagai matarantai dalam sebuah sistem saluran
distribusi fisik, pendistributor akan mengutamakan volume dan waktu pasokan
yang akan digunakan untuk persediaan yang gunanya adalah untuk menjaga
kelancaran proses distribusi nantinya. Sedangkan faktor non fisik dari para
konsumen adalah ketersediaan dan bagi penyelewengan adalah faktor yang dapat
memperoleh keuntungan besar. Faktor- faktor tadi akan menjadi dinamis dan
tentunya akan menyebabkan terjadinya kelangkaan bila faktor volume dan waktu
terganggu. Hal- hal tersebut dapat kita analisis menggunakan dinamika sistem
dan QPID ( qualitative politicised influence diagram ) serta dapat juga dengan
pilihan rasional. Untuk memahami model dari dinamika sistem ini, digunakanlah
gagasan teori rasional yang dapat menjelaskan mengapa dinamika sistem
distribusi minyak solar dapat dengan mudahnya berfluktuasi dan dapat
menimbulkan kepanikan dalam masyarakat, pengoplosan, penimbunan,dan
penyelundupan. Fenomena tentang kelangkaan minyak solar yang terjadi dapat
dipahamimelalui model dinamika sistem distribusi dan mental model pada
aktornya. Terdapat empat subsistem didalam dinamika sistem distribunya yang
telah digambarkan melalui diagram yaitu :

1.     
Subsistem
Pengadaan dengan menjaga keseimbangan antara pengadaan dan permintaan minyak
solar

2.     
Subsistem
Konsumsi dengan menjaga ketersediaannya minyak solar dan menekan biaya bahan
bakar.

3.     
Subsistem
pengawasan terhadap pencari keuntungan melalui seimbangnya antara sanksi hukum
dan keuntungan yang nantinya dapat diperoleh.

4.     
Subsistem
penyeleengan dengan mencari keuntungan semata.

 

Selain faktor-faktor fisik dan non fisik yang telah
disebutkan tadi, faktor penting lainnya yangtelah ikut mendorong sistem
distribusi menjadi semakin sulit dikendalikan adalah harga beberapa jenis BBM
bersubsidi, yaitu premium, solar, dan minyak tanah. Faktor- faktor tersebutlah
yang menjadikan leverage dinamika sistem distribusi minyak solar. Dalam artian,
ketika salah satu faktor tersebut nantinya diubah maka akan berdampak besar
sehingga memunculakan kejadian seperti harga minyak solar yang melambung naik,
penegakan hukum yang cenderung lemah, meningkatnya penjualan minyak solar yang
di oplos,kolusi yang bertambah, dan menurunnya kegiatan produksi yang berkaitan
dengan memerlukan minyak solar.