BAB berbicara tantang entrepreneur dan leadership tentunya kita

BAB
I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Latar
Belakang Masalah

Jika
berbicara tantang entrepreneur dan leadership tentunya kita berpikir
bahwa keduanya sudah dalam satu paket yang lengkap. Yang
disebut dengan entrepreneur
adalah suatu usaha yang didirikan memiliki banyak karyawan dan
menghasilkan profit.
Sedangkan leadership
berarti sorang pemimpin
di dalam suatu
perusahaan atau pada
suatu ruang
berbeda
yang memiliki banyak orang.
Seorang pebisnis
bisa
dikatakan sebagai
penyelamat buat
orang banyak,
karena
mereka membuat
suatu usaha dan memberikan lapangan pekerjaan buat sebagian orang.
Tentu ini adalah hal yang sangat luar biasa, dimana saat sekarang
sangat sulit untuk mencari pekerjaan.

Untuk
mengenai leadership yang
berarti pemimpin, maka harus memberi contoh kepada karyawan atau bagi
sebagian orang banyak. Bukan
hanya sekedar memimpin, namun mampu mengarahkan suatu perusahaan
untuk mencapai tujuan apa yang akan diraih dan juga mampu mengatur
para karyawannya. Entrepreneur
dan leadership
dua hal yang sangat
berkaitan di dalam dunia usaha, hanya orang-orang yang memang punya
keahlian yang sangat hebat yang mampu menjalani keduanya, adapun
contoh diantaranya : Bill Gates seorang pendiri Microsoft,
Mark Zuckerberg pendiri
Facebook dan
dari dalam negeri ada Bob Sadino yang
memiliki bisnis di bidang pangan dan peternakan
serta ada Andrew Darwis
pendiri Kaskus.

Pencapaian
mereka sudah terbukti sukses sebagai seorang entrepreneur
dan leadership
yang bisa dijadikan
contoh bagi para pemula yang ingin membangun sebuah usaha sekaligus
menjadi pemimpin yang hebat. Dasar
mereka mau mendirikan karena mereka mampu melihat peluang yang ada
serta memandang segala sesuatunya itu bisa terjadi. Usaha yang mereka
jalani adalah apa yang disukai dan mampu dikembangkan sehingga
menjadi suatu kesuksesan yang menguntungkan.

Saat
ini banyak orang yang bingung untuk membangun usaha seperti apa, dan
mendapatkan biaya dari mana demi mewujudkan apa yang diinginkan oleh
mereka. Padahal
orang kreatif sudah sangat banyak tersedia di muka bumi ini, terutama
di Indonesia. Namun kendala yang dihadapi justru soal dana, justru
kalau itu menjadi permasalahannya, saat ini banyak bank yang mau
meberikan bantuan dana kepada orang yang ingin
mendirikan usaha. Syarat
yang diminta oleh pihak bank juga tidak menyulitkan si peminjam, dan
pastinya bank akan menentukan pengembalian uang pinjaman atau
pengembalian secara bertahap sesuai SOP perusahaan.

1.2 Tujuan
dan Rencana

Mendirikan
sebuah usaha tentu menjadi keinginan setiap orang, namun dibalik itu
ada banyak hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan semuanya. Dari
mulai pendanaan, usaha apa yang kira-kira menarik untuk dibuat serta
memikirkan segala resiko yang akan menjadi ancaman dari seorang
pelaku usaha ataupun pemimpin. Sebenarnya
resiko yang adapun semata mata menguji kesiapan si pelaku bisnis
apakah dirinya mampu mengatasi masalah tersebut atau tidak. Dan
yang pasti setiap pelaku bisnis tidak mengenal yang namanya putus
asa, biasanya mereka akan selalu bangkit dari keterpurukan yang
dialami oleh dirinya.

1.3 Tinjauan
Pustaka

Seperti
di dalam buku Roebuck,
Entrepreneur And
Leadership, yang
mengatakan bahwa :

‘Organizing
a group of people to achieve a common goal using proactive
entrepreneurial behavior by optimising risk, innovating to take
advantage of opportunities. Yang
berarti seorang pemimpin harus memiliki motivasi yang tinggi sehingga
para pekerjanya yakin akan kemampuan pemimpinnya dalam menghadapi
situasi apapun. Pemimpin
juga harus memiliki value
untuk menjadikannya
sebagai pemimpin yang layak untuk dicontoh dan menjadi inspirasi oleh
khalayak banyak.

1.4 Analisis
Situasi

Bisnis
tidak hanya terfokus pada keuntungan, tetapi juga harus memikirkan
bagaimana cara memproduksi suatu hasil yang berkualitas, berpikir
dengan cerdas dalam mengambil keputusan, tidak terburu-buru untuk
menentukan hal yang akan dilakukan kedepannya. Banyak pelaku bisnis
dan pemimpin kadang mengambil sikap yang terlalu ceroboh dikarenakan
mereka menginginkan hasil yang instan tanpa memperdulikan
resiko apa yang akan dialami nantinya.

Setiap
bisnis, seorang pemimpin pasti memiliki hal apa saja yang akan
disiapkan dalam usaha yang dibangunnya demi memberikan yang terbaik
bukan hanya untuk dirinya sendiri ataupun bisnis yang dijalaninya,
tetapi juga memikirkan karyawan serta para calon konsumennya.
Biasanya memikirkan beberapa hal yakni :

Perlu
mengetahui produk dan jasa yang akan dirancang

Tujuannya
untuk memberi daya tarik terhadap calon konsumen, dan kesan pertama
yang dilihat pun membuat konsumen ingin membeli produk atau jasa
yang ditawarkan. Tentu hal itu adalah keuntungan yang sangat bagus
yang didapat oleh pemilik usaha bisnis tersebut. Kualitas dari
produknya pun harus teruji dulu sebelum memasarkan produk dan jasa
yang nantinya akan dijual kepada konsumen.

Visi
dan misi bisnis

Setiap
orang yang memulai bisnis tentu harus mengetahui visi dan misi yang
akan menjadi pondasi seseorang untuk tetap fokus pada tujuan bisnis
dan organisasi di awal. Dan sering terjadi suatu usaha pada saat
mulai berkembang pada tahap selanjutnya mengalami penurunan karena
organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan
kemajuan bisnis awal melainkan lebih banyak mencoba menjalankan
usaha bisnis yang baru.

3.
Membutuhkan tekad yang kuat

Untuk
menjadi sukses dibutuhkan tekad serta mental yang kuat dalam
mengaruhi usaha bisnis, karena meskipun memiliki sebuah pengalaman
dalam dunia bisnis namun tidak memiliki mental yang kuat itu akan
percuma. Sebab di dunia bisnis itu harus berani mengambil resiko
sebesar apapun untuk menguji kemampuan seorang pebisnis ataupun
pemimpin ketika mengambil suatu keputusan. Pastinya
setiap keputusan yang akan diambil tidak asal memutuskan tetapi
melalui tahap demi tahap untuk menentukannya itu adalah taktik dari
seorang pebisnis.

4.
Mampu memberdayakan sumber daya yang ada

Sumber
daya manusia adalah salah satu kunci dalam mengembangkan suatu
usaha dan itu sangat penting. Para
ahli menyadari bahwa untuk memulai usaha sering terjadi apabila
kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat
menutupi kelemahan
manajemen, organisasi dan sistem dalam jangka pendek.

5.
Tujuan
yang jelas

Setiap
pengusaha haruslah memiliki tujuan yang jelas dari usaha yang
ditekuninya. Ia harus mampu memasang target yang akan dicapai
serta target pasarnya siapa, jadi dengan begitu maka bisnis yang
ada jelas memiliki tujuan yang jelas agar tidak melenceng dari
rencana awal yang sudah dirancang.

BAB
II

METODE

2.1 memilih
responden

Responden
dalam karya ilmiah adalah sebagian orang yang memilik kelayakan dalam
menjadi seorang pemimpin serta mampu menjalani usaha yang dibangun
secara konsisten.

2.2
teknik pengumpulan data

teknik
pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis di dalam
sebuah tulisan, karena seperti dalam tulisan, esai ataupun penelitian
yang dapat dipertanggunjawabkan harus memilik data yang valid,
penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data selama melakukan
proses penulisan ini, diantaranya adalah :

Studi
Pustaka

Disini
penulis menggunakan studi pustaka untuk mencari berbagai data guna
mendukung atau menambah informasi untuk tulisan/paper ini, yaitu :

a.
refersensi buku

beberapa
buku yang yang dipakai oleh penulis untuk menguji kelayakan karya
ilmiah ini, serta buku juga menjadi acuan penulis untuk
mengembangkan hasil karya ilmiah ini.

b.
internet searching

merupakan
salah alat yang digunakan dalam mencari atau menambah informasi
penulis dalam menyelasaikan karya ilmiah ini.

Studi
Lapangan

adapun
studi lapangan yang dilakukan oleh penulis, yaitu:

a.
wawancara

dalam
melakukan sebuah tulisan, sangat diperlukan yang namanya wawancara
tujuannya untuk mendapat data yang sangat valid dan juga
menyesuaikan suatu kejadian antara yang penulis angkat dan apa yang
ada dilapangan.

b.
observasi non partisipan

merupakan
upaya yang dilakukan oleh penulis dengan turun ke lapangan dalam
mengamati secara langsung agar mendapatkan informasi yang lebih
lengkap dan terpercaya sehingga karya ilmiah ini layak untuk dibaca.

2.3
Teknik analisis data

Data
yang diperoleh penulis dari lapangan dilakukan analisis dengan
tahap-tahap sebagai berikut :

Pengumpulan
data (data collection)

Data
yang sudah diperoleh selanjutnya akan disusun dalam bentuk tulisan
yang berisi serangkaian informasi sesuai dengan tema pembahasan yang
penulis pilih.

Reduksi
data (data reduction)

Kategori
dan mereduksi data, yaitu melakukan pengumpulan terhadap informasi
penting yang terkait dengan tema pembahasan.

Penyajian
data (data display)

Melakukan
interpretasi data yaitu menginterpretasikan dari apa yang
diinterpretasikan responden terhadap tema pembahasan.

Penarikan
kesimpulan (conclusion drawing)

Penarikan
kesimpulan berdasarkan susunan tulisan yang telah disusun, sehingga
akan menjabarkan hasil analisis dari data yang telah didapatkan.

Tabel Teknik Analisis
Data