2.1 baku) secara efisien menjadi sebuah output (barang jadi,

2.1       Management

Menurut
Dyck dan Neubert (2009), manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, memimpin, dan pengendalian sumber daya manusia dan sumber
daya organisasi lainnya sebagai upaya mencapai tujuan organisasi secara
efektif.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Menurut
Robbins dan Coulter (2016), manajemen adalah aktivitas pengkoordinasikan
kegiatan kerja agar dapat selesai secara efisien dan efektif dengan melalui
orang lain.

Menurut Heizer dan Render (2001), manajemen ialah
faktor dari produksi dan sumber daya ekonomi.

Jadi
dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan pengkoordinasian  seluruh sumber daya organisasi secara efisien dan efektif untuk mencapai
tujuan tertentu.

2.1.1
   Manajemen Fungsi

Menurut Robbins dan
Coulter (2016), terdapat 4 fungsi dasar
manajemen meliputi :

1.     
Planning
(Perencanaan)

Perencanaan
melibatkan proses menetapkan tujuan,
menetapkan strategi untuk mencapai tujuan organisasi, dan mengembangkan rencana
untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan.

2.     
Organizing
(Pengorganisasian)

Pengorganisasian
merupakan proses mengatur dan menyusun pekerjaan untuk
mencapai tujuan organisasi.

3.       
Leading (Memimpin)

Memimpin merupakan kegiatan bekerja dengan dan mendorong orang untuk
mencapai tujuan organisasi.

4.     
Controlling
(Pengendalian)

Pengendalian adalah fungsi manajemen yang berguna untuk
memantau kinerja aktual, membandingkan aktual
dengan standar, dan mengambil tindakan jika diperlukan.

2.2       Operasi

Menurut Jacobs dan Chase (2006), operasi sautu proses
manufaktur atau layanan yang dilakukan
untuk mengubah sumber daya yang digunakan oleh perusahaan menjadi produk yang
diinginkan oleh pelanggan (Jacobs dan Chase,
2017).

Menurut Russell dan Taylor (2000),
operasi diartikan sebagai kegiatan
transformasi dari input (seperti
material, mesin, pekerja, manajemen
dan modal) manjadi output (barang dan
jasa).

Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan
operasi adalah keseluruhan proses produksi atau
penciptaan
barang maupun jasa yang diinginkan pelanggan dengan merubah input (sumber daya perusahaan) menjadi output (barang dan jasa).

2.3       Manajemen
Operasi

Menurut
Russell dan Taylor (2000), manajemen operasi
merupakan rancangan dan pengoperasian sistem secara
produktif,
sebagai pola
untuk menyelesaikan pekerjaan

Heizer dan Render (2014)
mengartikan, manajemen operasi adalah serangkaian aktivitas yang menghasilkan nilai dalam
bentuk barang dan jasa dengan mengubah input
menjadi output.

Menurut Jacobs dan Chase (2006)
mengatakan manajemen operasi didefinisikan sebagai rancangan, operasi, dan perbaikan
sistem yang menciptakan produk dan layanan utama perusahaan yang didasari tujuan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan
definisi menurut para ahli di atas,
penulis dapat menyimpulkan
bahwa manajemen operasi adalah serangkaian kegiatan yang terjadi dalam
organisasi dimana kegiatan tersebut mengubah sumber daya input (modal, tenaga kerja,
material, atau bahan baku) secara efisien menjadi sebuah output (barang jadi, barang setengah jadi, atau jasa) dalam rangka
mencapai tujuan yang diinginkan.

2.3.1    Pentingnya
Manajemen Operasi

            Menurut Heizer dan Render (2001), ada 4
alasan mengapa manajemen operasi penting untuk dipelajari, yaitu :

1.  
 Manajemen operasi adalah satu dari tiga fungsi
utama dari setiap organisasi, dan hal ini terkait dengan semua fungsi bisnis
lainnya, seperti memasarkan (menjual), membiayai (akun), dan memproduksi (beroperasi),
dan penting untuk mengetahui bagaimana fungsi kegiatan manajemen operasi.

2.  
 Untuk mengetahui bagaimana barang dan jasa
diproduksi. Produksi adalah segmen masyarakat kita yang menciptakan produk dan
layanan yang kita gunakan.

3.  
 Untuk memahami apa yang dilakukan oleh manajer
operasi. Sehingga dapat membantu untuk mengeksplorasi banyak peluang karir yang
menguntungkan di lapangan.

4.  
Manajemen operasi
adalah bagian bisnis yang mahal, sebagian besar pendapatan perusahaan
dihabiskan dalam manajemen operasi. Manajemen operasi merupakan peluang besar
bagi sebuah organisasi untuk meningkatkan profitabilitas dan meningkatkan pelayanannya
kepada masyarakat.

2.4       Optimalisasi

Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (2017), bahwa optimalisasi dari berasal dari kata optimal artinya terbaik
atau tertinggi. Mengoptimalkan berarti menjadikan paling baik atau paling
tinggi, sedangkan optimalisasi adalah suatu proses atau metodologi untuk
mengoptimalkan sesuatu, dengan kata lain, proses menjadikan sesuatu menjadi
paling baik atau paling tinggi.

Sedangkan dalam Kamus Oxford
(2008), Optimization is the process of
finding the best solution to some problem where “best” accords to prestated
criteria.

Jadi dapat disimpulkan,
optimalisasi adalah suatu tindakan, proses atau cara untuk mencari solusi
terbaik atau tertinggi dari beberapa masalah pada
kriteria tertentu.

2.5       Bank

Menurut Kasmir (2015), bank merupakan lembaga
keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan
menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa bank
lainnya.

Pengertian bank menurut
Setiyaningrum dan Farah (2011) dalam jurnalnya adalah lembaga kepercayaan yang
berfungsi sebagai lembaga intermediasi, membantu kelancaran sistem pembayaran,
dan tidak kalah pentingnya adalah sebagai lembaga yang menjadi sarana dalam
pelaksanaan kebijakan pemerintah, yaitu kebijakan moneter.

Dari definisi di atas
dapat disimpulkan bahwa bank adalah suatu lembaga keuangan yang memiliki tugas
untuk meningkatkan kesejahteraan
hidup masyarakat dengan menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat seperti
tabungan, deposit, simpanan giro dan pinjaman atau kredit.

2.5.1    Layanan Perbankan

Layanan
perbankan adalah segala
aktivitas layanan yang diberikan oleh
petugas bank di semua tingkat, terutama layanan langsung pada bagian teller, customer service dan petugas lainnya kepada nasabah bank. Beberapa
jenis layanan perbankan adalah (Kasmir, 2015), sebagai berikut:

a.      
Kiriman Uang
(Transfer)

Transfer adalah suatu
kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan keinginan seseorang pemberi amanat yang ditujukan untuk seseorang yang ditunjuk
sebagai penerima transfer.

b.     
Kliring (Clearing)

Merupakan
penagihan warkat (surat-surat berharga) yang berasal dari dalam kota. Proses
penagihan lewat kliring hanya memakan waktu 1 (satu) hari. Besarnya biaya
penagihan tergantung dari bank yang bersangkutan.

c.      
Inkaso (Collection)

Inkaso adalah
pemberian kuasa pada bank oleh nasabah (baik perusahaan maupun perorangan)
untuk melakukan penagihan terhadap surat-surat berharga (baik yang berdokumen
maupun yang tidak berdokumen) yang harus dibayar setelah pihak yang
bersangkutan (pembayar atau tertarik) berada ditempat lain (dalam atau luar
negeri) menyetujui pembayarannya.

d.     
Safe Deposit Box

Safe Deposit Box atau kotak
simpan aman fasilitas pengaman barang berharga dalam bentuk kotak yang
disediakan oleh suatu bank untuk kepentingan nasabahnya, kotak
tersebut hanya dapat dibuka oleh bank dan nasabah secara bersama-sama.

e.      
Bank Card (Kartu
kredit)

Bank Card atau lebih
dikenal dengan sebutan kartu kredit atau juga uang plastik. Kartu
ini dapat dibelanjakan di berbagai tempat perbelanjaan atau tenpat-tempat
hiburan.

f.       
Notes Bank

Merupakan
jasa pertukaran valuta asing. Dalam jual beli bank, notes bank menggunakan kurs.

g.     
Bank garansi

Merupakan
jaminan bank yang diberikan kepada nasabah dalam rangka membiayai suatu usaha.
Tentu sebelum jaminan bank dikeluarkan bank telebih dahulu mempelajari
kredibilitas nasabahnya.

h.     
Letter of Credit (L/C)

Letter of Credit atau dalam
bahasa Indonesia disebut surat kredit berdokumen merupakan salah satu jasa yang
ditawarkan bank dalam upaya pembelian barang, berupa penangguhan pembayaran pembelian oleh
pembeli sejak L/C dibuka sampai dengan jangka waktu tertentu sesuai perjanjian.

i.       
Menerima setoran
dan pembayaran

Dalam hal ini
bank membantu nasabah dalam rangka menerima setoran dan melakukan pembayaran
dari berbagai tempat antara lain pembayaran pajak, pembayaran
telepon, pembayaran air, pembayaran listrik, pembayaran uang kuliah, pembayaran
gaji, pensiun, honorarium, dan pembayaran deviden.

2.5.2    Frontliner

Menurut
Kasmir (2015) pada jurnal dari Erdah dan Lemiyana (2016), Frontliner
merupakan petugas yang berhadapan langsung dengan nasabah. Frontliner terdiri dari customer
services, teller, dan security.
Disisi lain peranan frontliner sangat
penting karena menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada
nasabah sehingga nasabah tersebut merasa nyaman dengan pelayanan bank tersebut.

Dapat
dikatakan bahwa frontliner
adalah barisan depan yang melakukan
aktifitas layanan
di garis depan, dan terdapat karyawan yang melakukan kontak
langsung pertama kali dengan pelanggan dan menciptakan kesan
pertama bagi para pelanggan (Erdah
dan Lemiyana, 2016).

1.     
Customer
Service

Customer Service (CS) merupakan petugas atau
karyawan yang sengaja dibentuk untuk melayani karyawan oleh industri keuangan
seperti perbankan, asuransi atau leasing. Fungsi CS adalah sebagai resepsionis,
deskman, salesman, customer relation
officer dan komunikator. Sebagai
resepsionis artinya seorang CS berfungsi sebagai penerima tamu yang datang
diperusahaan. Sebagai
deskman,
artinya seorang CS berfungsi sebagai orang yang melayani berbagai macam
aplikasi yang diajukan nasabah atau calon nasabah (Kasmir, 2015).

2.     
Teller

Fungsi
teller terbagi menjadi dua, pertama sebagai orang yang
menerima semua setoran uang (tunai dan nontunai) dari berbagai pihak. Kedua teller
sebagai orang yang melakukan pembayaran uang (tunai dan nontunai) kepada
berbagai pihak. Penyetoran tunai dan penarikan tunai maksudnya adalah uang kas. Sedangkan, penyetoran dan
pembayaran nontunai adalah dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro.
(Erdah dan Lemiyana, 2016)

3.     
Security

Security atau dapat diartikan sebagai satuan
pengamanan (satpam) sangat memengaruhi kualitas pelayanan perusahaan secara
keseluruhan. Satpam
bertugas melindungi seluruh aset perusahaan juga berkewajiban melindungi
keamanan dengan
baik. Keamanan yang baik tidak hanya bertindak tegas akan tetapi juga ramah,
sopan, dan lemah lembut terhadap nasabah (Kasmir, 2015).

Sehingga dapat
disimpulkan bahwa frontliner adalah
sebuah kategori layanan dan pekerjaan
dalam suatu perusahaan perbankan dan jasa-jasa lainnya yang berada di barisan
paling depan untuk melayani pelanggan
dalam proses pelayanan jasa.

2.6       Sistem

Menurut
Blanchard (1991),
sistem adalah kumpulan elemen yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang
tertentu. Dapat dikatakan bahwa, sistem terdiri dari berbagai elemen yang saling berkaitan dan
bekerjasama. Suatu
sistem ada karena untuk
mencapai tujuan tertentu (Harrell, Ghosh dan Bowden, 2000).

Sistem didefinisikan
sebagai kumpulan entitas yang berperan dan berinteraksi dalam mencapai tujuan
tertentu. Dalam praktiknya, pendefinisian sistem akan bersifat subjektif,
tergantung pada orang yang mempelajari sistem tersebut dan tujuannya (Schmidt
dan Taylor, 1970).

2.6.1    Elemen Sistem

Dari sudut pandang simulasi, suatu sistem terdiri dari entitas,
aktivitas, sumber daya, dan Kontrol. Permodelan integrasi melihat suatu sistem
terdiri dari unsur inputs, outputs,
activities, mechanism dan controls (Harrell,
Ghosh dan Bowden, 2000).