1.1 yang dengan mudah dan umum diterima oleh masyarakat

 

1.1 LATAR BELAKANG

          Hidup di zaman modern ini sangatlah aneh jika kita
tidak mengenal uang. Uang sudah menjadi sesuatu yang sangat penting di era
globalisasi yang maju ini, seperti membeli kebutuhan sehari-hari, membiayai
pendidikan, berdagang, dan membangun sebuah negara. Adanya uang membuat
semuanya lebih mudah. Banyak kemudahan yang akan kita dapatkan dengan uang.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Uang dalam perekonomian adalah satuan
hitung yang digunakan sebagai alat pembayaran yang diterima oleh umum untuk
mendapatkan barang dan jasa. Uang juga dapat menjadi alat tukar dan bertindak
sebagai alat penimbun kekayaan. Menurut para ahli ekonomi seperti Rolling G.
Thomas (dalam Setiawan, 2016) dalam bukunya yang berjudul Our Modern Banking
and Monetary System, ia mengatakan bahwa “uang ialah suatu benda yang dengan
mudah dan umum diterima oleh masyarakat untuk pembayaran pembelian barang,
jasa, dan barang berharga lainnya serta untuk pembayaran utang”.

Uang dalam kehidupan perekonomian modern
ini tentunya mempunyai beberapa peran. Peran ini membedakan uang dari aset-aset
lainnya dalam perekonomian, seperti saham, obligasi, properti, dan koleksi
barang seni. Secara umum, uang memiliki peran sebagai alat pertukaran barang
sehingga menghindarkan kita dari kegiatan barter. Dengan uang kita bisa
mendapatkan apa yang kita butuhkan dan mungkin yang kita inginkan. Uang
memiliki 3 peran utama dalam perekonomian yaitu uang sebagai alat tukar, satuan
hitung, dan penyimpan nilai.

            Uang
sebagai alat tukar berarti bahwa uang menjadi sesuatu yang diberikan oleh
pembeli kepada penjual ketika membeli suatu barang atau jasa karena uang
merupakan alat tukar yang diterima secara umum. Uang sebagai satuan hitung
berarti bahwa uang digunakan untuk menetapkan suatu harga-harga. Seperti saat
kita berbelanja, misalnya harga tas adalah lima puluh ribu rupiah dan harga
buku adalah sepuluh ribu rupiah, memang dipastikan bahwa harga sebuah tas sama
dengan 5 buku, namun harga tidak dicantumkan seperti itu tetapi dengan uang.
Uang sebagai penyimpan nilai berarti bahwa uang merupakan sesuatu yang
digunakan untuk mentransfer daya beli dari masa sekarang ke masa depan. Seperti
saat penjual menerima uang dari pembeli, penjual akan menyimpannya dan menjadi
pembeli barang atau jasa lainnya di masa yang akan datang.

            Selain
peran uang diatas, uang dapat digunakan untuk berinvestasi. Investasi dilakukan
oleh banyak orang untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Tergantung
inflasinya, tingkat harga sesuatu yang diinvestasikan dapat meningkat sehingga
menghasilkan surplus bagi investor. Investasi juga dapat berupa investasi emas,
tanah, saham, dan juga barang. Lalu bagaimana jika investasi menggunakan uang
virtual? Saat ini sedang marak orang berinvestasi dengan uang virtual,
keuntungan yang dihasilkan sangat tinggi namun juga memiliki risiko yang
tinggi. Keuntungan dari investasi Bitcoin
bisa mencapai seribu delapan ratus persen.

            Bitcoin adalah uang virtual yang
diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009 dan mulai populer pada tahun
2013 hingga sekarang. Bitcoin menggunakan
sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node-node dari sebuah
jaringan P2P ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan
fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa Bitcoin-Bitcoin hanya
dapat dihabiskan oleh orang memilikinya. Bitcoin
tidak dimiliki oleh suatu negara sehingga peredarannya bebas tanpa pengendalian
dari bank sentral.

Keuntungan yang sangat tinggi membuat
masyarakat tergiur dengan investasi Bitcoin,
sebagian besar populasi di dunia saat ini telah menggunakan Bitcoin untuk berinvestasi, bahkan lebih
dari delapan ratus ribu orang Indonesia telah menggunakannya. Nyatanya, Bitcoin memiliki risiko kerugian yang
tinggi, ahli ekonom mengatakan bahwa Bitcoin
itu seperti bubble atau gelembung
yang membesar dengan cepat dan meletus kapan saja. Memang untuk mendapatkan
keuntungan yang tinggi, risiko yang ditanggung juga sangat tinggi. Banyak orang
tidak menghiraukan itu, banyak orang mengambil risiko untuk mendapat
keuntungan. Pemerintah Indonesia pun melarang penggunaan Bitcoin di Indonesia, selain karena risikonya tinggi, penggunaan Bitcoin rawan pencucian uang yang
merugikan negara. Namun disisi lain yaitu pengguna Bitcoin, menyarankan agar pemerintah melegalkan Bitcoin untuk transaksi di Indonesia. Keduanya
memiliki alasan yang kuat, namun jalan mana yang seharusnya diambil untuk
memajukan negara adalah apa yang harus kita temukan sebagai seorang mahasiswa.     

           

 

1.2 TUJUAN

1.     
Untuk memahami
konsep Bitcoin dalam sistem keuangan
negara Indonesia

2.     
Untuk
mendeskripsikan dampak penerapan Bitcoin
bagi sistem keuangan negara Indonesia

3.     
Untuk mendeskripsikan
keuntungan dan kerugian legalitas penggunaan Bitcoin bagi negara Indonesia

 

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2

KAJIAN PUSTAKA

 

2.1 PEMBAHASAN

            Bitcoin adalah sebuah uang digital yang dibuat pada tahun
2009. Bitcoin diduga ditemukan oleh
Satoshi Nakamoto, namun kebenaran akan hal ini masih belum jelas hingga
sekarang. Awal mula muncul, Bitcoin
mengeluarkan 50 Bitcoin pertamanya
didunia yang kemudian dikenal dengan sebutan “Genesis Block”. Untuk mendapatkan Bitcoin ini dibutuhkan penambangan secara digital, setiap 10 menit
atau lebih setelah itu Bitcoin baru
bisa didistribusikan. Bitcoin
merupakan implementasi pertama dari Cryptocurrency.
Awal mula Bitcoin diciptakan oleh
kelompok kriptografer, orang – orang yang berkecimpung dalam penelitian
penyandian atau kriptografi.

            Bitcoin adalah uang digital yang tidak
diatur oleh negara manapun karena Bitcoin
adalah mata uang pertama yang terdesentralisasi. Bitcoin merupakan mata uang yang bergerak di dunia Internet dan
bisa digunakan di berbagai negara. Bitcoin
dapat dikirim kemana saja tanpa melalui bank, membuat berbagai transaksi
semakin murah dan Bitcoin tidak bisa
dibekukan. Bitcoin dihasilkan dengan
menjalankan aplikasi gratis yang disebut Bitcoin
miner. Mining membutuhkan komputer
canggih yang digunakan untuk menemukan koin baru dan memproses transaksi Bitcoin di seluruh dunia. Bitcoin secara otomatis disesuaikan
dengan jaringan peer-to-peer sehingga
peredarannya dapat diprediksi dan diketahui. Bitcoin disimpan dalam dompet digital yang disebut Wallet Bitcoin. Transaksi menggunakan Bitcoin bersifat  permanen dan tersimpan dalam jaringan global.

            Selama
6 tahun sejak Bitcoin populer di
dunia perekonomian, sebagian besar orang di dunia ini telah menjadi pengguna Bitcoin. Termasuk Indonesia, pengguna Bitcoin telah mencapai 897.169 orang (Bitcoin.co.id, 2018). Bitcoin melonjak tajam karena tingginya demand terhadap Bitcoin. Orang akan berlomba – lomba untuk mendapatkan Bitcoin. Bitcoin hanya tersedia sekitar dua puluh satu juta koin. Menurut
data, nilai dari Bitcoin sekarang
adalah Rp237.261.847,5591. Persediaan Bitcoin
yang beredar terkini adalah 16,8 juta koin dan total volume yang telah
mengalami pertukaran adalah Rp72.359.735.688.437 (Coingecko, 2018). Angka –
angka tersebut menggambarkan bagaimana Bitcoin
meningkat dengan sangat tajam hanya dengan waktu beberapa bulan.

            Dalam
berinvestasi atau bertransaksi menggunakan Bitcoin,
didalamnya pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini juga menjadi pro
dan kontra di masyarakat, khususnya di Indonesia. Secara garis besar, kelebihan
Bitcoin adalah kita bisa mendapat keuntungan
yang tinggi, sedangkan kekurangan Bitcoin
adalah risiko kerugian besar yang bisa terjadi kapan saja. Kelebihan dan
kekurangan sangat diperlukan untuk menentukan apakah seharusnya kita
menggunakan Bitcoin atau tidak.  

            Kelebihan
dari Bitcoin diantaranya adalah Bitcoin tidak dimiliki negara manapun.
Negara tidak ikut campur untuk menangani Bitcoin
ini, berbeda dengan uang nyata yang dikendalikan dan dikelola oleh pemerintah. Demand yang tinggi membuat nilai jual
beli Bitcoin terus meningkat, membuat
penggunanya menjadi seorang jutawan bahkan milyuner. Dalam segi keamanan, Bitcoin sudah ada aturan kriptografinya
sehingga pemilik terhindar dari risiko. Bitcoin
disimpan dalam Wallet Bitcoin yang
disimpan dalam hard disk dan hanya
dapat diakses oleh pemilik. Bitcoin
menjadi mata uang global yang dapat digunakan dimana saja. Bitcoin juga menjadi pelindung dari inflasi dengan menekan laju
inflasi yang berlebihan, karena Bitcoin
tidak terpengaruh oleh politik maupun pemerintahan. Bitcoin juga bisa menjadi tabungan tanpa ada biaya – biaya tambahan
untuk menabung.

            Kekurangan
dari Bitcoin diantaranya adalah Bitcoin tidak stabil. Mata uang ini
bersifat spekulatif dan saat ini belum ada beberapa perusahaan yang menawarkan
pembelian dan pejualan produknya dengan Bitcoin.
Bitcoin menjadi sasaran empuk
tindakan kriminal seperti pencucian uang dan terhindar dari pajak. Hal ini
dikarenakan tidak adanya kontrol oleh pemerintah sehingga Bitcoin dianggap tidak bernilai dan ilegal karena tidak didorong
oleh perundangan yang sah di mata hukum. Bitcoin
sangat berisiko hilang atau dicuri. Bitcoin
disimpan di hard disk dalam wallet file sehingga sangat rentan pada
kerusakan dan serangan virus yang juga dapat membuat Bitcoin yang tersimpan hilang begitu saja. Dompet digital tersebut
juga rentan untuk diretas dan dicuri melalui malware. Orang – orang yang ahli
komputerisasi seperti Hacker juga
berpotensi untuk mencuri uang – uang tersebut.

            Lalu,
dengan banyaknya pengguna Bitcoin di
Indonesia, langkah apakah yang telah diambil oleh pemerintah? Penggunaan Bitcoin di Indonesia dilarang oleh
pemerintah, Bank Indonesia tegas mengatakan bahwa penggunaan Bitcoin memiliki sejumlah risiko yang
tidak bisa dijamin oleh siapapun, merupakan investasi yang tidak diakui di
Indonesia, dan Bitcoin juga bukan
merupakan alat pembayaran yang sah. Indonesia telah mengeluarkan peraturan
mengenai itu, seperti UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dijelaskan bahwa
Mata Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Rupiah sehingga tidak
mengenal penggunaan Bitcoin sebagai
alat pembayaran dan transaksi. Bahkan, BI melalui ketentuan dalam PBI Nomor
19/12/PBI/2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial (Tekfin) dan PBI
18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran (PTP) tegas
melarang penggunaan virtual currency dalam bertransaksi. Dalam Pasal 8 Ayat
2 PBI Nomor 19/12/PBI/2017 telah dijelaskan bahwa Penyelenggara Teknologi
Finansial dilarang melakukan kegiatan sistem pembayaran dengan menggunakan virtual currency. Dalam Pasal 34 poin a
juga dijelaskan bahwa Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran dilarang melakukan
pemrosesan transaksi pembayaran dengan menggunakan virtual currency. Melalui dasar hukum tersebut, Bitcoin bukan merupakan mata uang atau
alat pembayaran yang sah di Indonesia. Masyarakat dihimbau untuk berhati – hati
terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya karena segala
risiko ditanggung pemilik Bitcoin.

            BI
melarang penggunaan Bitcoin guna
mencegah pencucian uang, pendanaan terorisme, dan menjaga kedaulatan rupiah
sebagai legal tender di wilayah
Indonesia. BI juga mendorong upaya pencegahan peluang arbitrase, praktik bisnis
tak sehat, dan pengendalian bisnis oleh pihak – pihak di luar jangkauan hukum
Republik Indonesia yang dapat merusak struktur industri. Otoritas Jasa Keuangan
juga menegaskan bahwa investasi mata uang digital seperti Bitcoin belum memiliki izin secara resmi di Indonesia. OJK akan
mengatur tentang transaksi atau investasi Bitcoin
sehingga mencegah kasus penipuan investasi bodong. Pusat Pelaporan dan Analisis
Transaksi Keuangan (PPATK) tengah melakukan pemantauan terhadap transaksi
investasi mata uang digital, salah satunya Bitcoin
yang tengah populer belakangan ini. Pengawasan ini dilakukan karena Bitcoin berpotensi disalahgunakan untuk
tindak pidana pencucian uang. BI, OJK, PPATK, dan Kementerian pemerintah telah
berkoordinasi untuk memantau, mengawasi, dan mengatur mata uang digital seperti
Bitcoin.

            Dilain
sisi, sudah banyak pengguna Bitcoin
di Indonesia. Lebih dari delapan ratus ribu orang menjadi pengguna Bitcoin. Mereka berpendapat bahwa Bitcoin sangat menguntungkan bagi
individu maupun negara. Bitcoin dapat
melindungi Rupiah dari efek kebijakan ekonomi negara lain. Sifat Bitcoin yang terdesentralisasi
membuatnya menjadi kebal terhadapa manipulasi yang mementingkan kepentingan
negara yang satu dengan mengorbankan negara-negara lain. Selain itu di sektor
ekspor, perusahan – perusahaan kecil dapat berpartisipasi dalam ekspor dengan
menggunakan Bitcoin yang memudahkan
untuk pembayaran internasional. Sehingga mengurangi ketergantungan pada ekspor
tertentu. Peningkatan pemasukan pajak juga akan menguntungkan Indonesia cukup
besar. Peningkatan pemasukan pajak akan mempengaruhi peringkat kredit utang
Indonesia yang mengakibatkan efek positif terhadap Rupiah. Risiko yang
ditimbulkan Bitcoin seperti
volatilitas dan alat pencucian uang dapat diatasi. Perusahaan Bitcoin.co.id adalah salah satu
perusahaan di Indonesia yang berkecimpung dalam Cryptocurrencies yaitu Bitcoin.
Bitcoin.co.id memberikan layanan bagi
masyarakat Indonesia untuk menjadi pengguna Bitcoin.
Bitcoin.co.id bekerjasama dengan
berbagai Cryptocurrencies di negara –
negara Asia Tenggara seperti Singapura, Hongkong, dan Malaysia.

2.2 ANALISIS
SOLUSI

            Bitcoin memiliki kelebihan dan kekurangan, memiliki
keuntungan dan juga risiko. Bitcoin
dilarang oleh pemerintah, namun saat ini sudah banyak rakyat Indonesia yang
menggunakan Bitcoin. Namun, apakah
jalan yang diambil pemerintah sudah benar? Apakah pandangan dan pendapat dari
pengguna Bitcoin Indonesia bisa
menjadi perhatian khusus untuk perkembangan negara kedepannya?

            Menurut
saya, Bitcoin yang marak di masyarakat
dunia ini memang menarik perhatian. Keuntungan yang didapat sangatlah besar
walaupun tidak melakukan apa – apa. Mungkin hanya butuh modal komputer yang
canggih dan biaya listrik untuk proses mining.
Namun semua itu akan berbalik saat mendapat keuntungan. Menurut saya, apa yang
dilakukan oleh pemerintah adalah tepat. Bitcoin
memang mendatangkan keuntungan, akan tetapi jangka kedepannya sangat
mengerikan.

Jika kita buat permisalan, Pemerintah
Indonesia melegalkan Bitcoin sebagai
mata uang dan sistem pembayaran atau transaksi di Indonesia. Menurut survey,
lebih dari 88% responden akan membeli lebih banyak Bitcoin jika pemerintah membuat regulasi penggunaan Bitcoin di Indonesia (Claristy, Country
Analyst Luno, 2017). Sehingga kedepannya sebagian besar rakyat Indonesia
menggunakan Bitcoin. Bitcoin memiliki nilai tukar ke Rupiah
yang sangat tinggi. Satu Bitcoin sama
dengan dua ratus juta rupiah bahkan bisa lebih. Jika banyak orang Indonesia
menggunakan Bitcoin, tentunya banyak
orang indonesia yang menjadi kaya, memiliki uang yang banyak dalam sekejap,
membuat peredaran uang semakin besar.

Jika kita kembali ke masa lalu yaitu saat
krisis ekonomi 1998, bank – bank di Indonesia banyak yang mengalami collapse karena banyak orang Indonesia
yang mengambil uangnya dalam jumlah yang banyak. Bank tidak sanggup untuk
mengembalikan uang nasabah karena supply
uang yang dimiliki tidak cukup. Kondisi saat itu sangatlah kacau, demo dimana –
mana, kriminalitas membabi-buta, dan harga – harga melonjak sangat tinggi.
Rupiah saat itu bernilai rendah hingga BI menciptakan Gerakan Cinta Rupiah.
Namun, Indonesia terselamatkan dengan bantuan dana oleh IMF yang bisa meredam
krisis.

Sekarang, kita hubungkan dengan fenomena Bitcoin saat ini. Jika banyak orang
Indonesia yang ingin mengambil Bitcoinnya
dalam Rupiah, bank – bank di Indonesia tidak akan sanggup untuk memberikannya
pada nasabah. Bank – bank di Indonesia akan mengalami collapse. Tidak adanya bank, membuat nasabah kebingungan untuk
menyimpan uangnya. Kriminalitas akan terjadi dimana – mana dan demo terjadi
berbagai tempat. Krisis ekonomi 1998 akan terulang kembali dan belum tentu kita
mendapat bantuan lagi dari IMF karena saat ini ada intervensi dari IMF karena
krisis 1998. Selain itu, dengan banyaknya uang yang beredar membuat harga –
harga naik, membuat kesejahteraan rakyat Indonesia turun drastis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3

KESIMPULAN

 

          Bitcoin adalah uang virtual yang sedang populer saat ini.
Mendapatkan keuntungan yang tinggi tanpa melakukan apa – apa membuat masyarakat
dunia tergiur dengan Bitcoin. Risiko
yang ditimbulkan seperti tidak stabil, rawan pencurian dan alat pencucian uang
membuat pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan Bitcoin. Pemerintah membuat regulasi
melalui Bank Indonesia dengan mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia untuk
melarang penggunaan dan transaksi Bitcoin.
Pengguna Bitcoin di Indonesia juga
tidak sedikit, ratusan ribu orang telah menjadi pengguna.

            Regulasi
yang dibuat oleh pemerintah sudah tepat untuk menyikapi Bitcoin yang sedang marak saat ini. Pelarangan Bitcoin melindungi Rupiah sebagai mata uang di Indonesia yang sah. Kemungkinan
– kemungkinan buruk di masa yang akan datang dapat dicegah mulai sekarang. Kita
pasti tidak ingin krisis 1998 terulang kembali, kondisi negara dan kejadian
buruk yang terjadi menjadikan mimpi buruk bagi masyarakat Indonesia. Mungkin
kedepannya, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan beserta instansi keuangan
lainnya seperti OJK, membuat regulasi yang lebih baik lagi. Regulasi yang tegas
dan tepat dapat mencegah krisis ekonomi terjadi lagi di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Setiawan,
Samhis, 2016, 18 Pengertian Uang Menurut
Para Ahli Terlengkap, http://www.gurupendidikan.co.id/18-pengertian-uang-menurut-para-ahli-terlengkap/
diakses tanggal 4 Januari 2018.

Firman,
Adit, 2017, Sejarah Bitcoin, dan Siapakah
Satoshi Nakamoto?, https://bixbux.com/sejarah-Bitcoin-dan-siapakah-satoshi-nakamoto/ diakses tanggal 6 Januari
2018

Coingecko,
2018, Grafik Harga Bitcoin, https://www.coingecko.com/id/grafik_harga/Bitcoin/idr diakses tanggal 6 Januari
2018

Rifzan,
2017, 9 Kelebihan dan Kelemahan Bitcoin
yang Wajib Diketahui, https://carainvestasibisnis.com/9-kelebihan-dan-kelemahan-Bitcoin-yang-wajib-diketahui/ diakses
pada 6 Januari 2018

Deil,
Siska Amelie F, 2013, Kelebihan dan
Kelemahan Mata Uang Baru Bitcoin, http://bisnis.liputan6.com/read/782508/kelebihan-dan-kelemahan-mata-uang-baru-Bitcoin diakses tanggal 6 Januari 2018

Undang
– Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang

Peraturan
Bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017 Tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial

Peraturan
Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 Tentang Penyelenggaraan Pemrosesan
Transaksi Pembayaran

Setyowati,
Desy, 2017, BI Akan Pertegas Larangan
Penggunaan Bitcoin, https://katadata.co.id/berita/2017/11/29/bi-akan-pertegas-larangan-penggunaan-Bitcoin-tahun-depan diakses tanggal 7
Januari 2018

Kompasiana,
2017, Regulasi dan Arah Kebijakan
Pemerintah Terkait Peredaran Mata Uang Kripto Sebagai Alat Pembayaran di
Indonesia, https://www.kompasiana.com/adrianwst/5a02950da4b06803cc703353/regulasi-dan-arah-kebijakan-pemerintah-terkait-peredaran-mata-uang-kripto-sebagai-alat-pembayaran-di-indonesia
diakses tanggal 7 Januari 2018

Ariyanti,
Fiki, 2017, OJK : Investasi Bitcoin Ilegal
di RI, http://bisnis.liputan6.com/read/3193108/ojk-investasi-Bitcoin-ilegal-di-ri diakses tanggal 7
Januari 2018

Ihsanuddin,
2017, PPATK Pantau Transaksi Bitcoin
karena Rawan Pencucian Uang, https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171213212538-78-262220/ojk-rangkul-kemendag-kominfo-bi-sikapi-Bitcoin-cs diakses tanggal 7 Januari
2018

Denny
Mukhtar dan Aditya Suseno, 2017, Surat
Terbuka untuk Bank Indonesia: Bitcoin dapat melindungi negara dari kebijakan
keuangan Amerika, https://id.techinasia.com/surat-terbuka-untuk-bi-Bitcoin-dapat-melindungi-negara-dari-kebijakan-keuangan-amerika
diakses tanggal 7 Januari 2018

Pandangan Pengguna Bitcoin di Indonesia (Update), https://dailysocial.id/post/pandangan-pengguna-Bitcoin-di-indonesia diakses tanggal 7
Januari 2018